Friday, September 22, 2017

Perangkat Lunak (Software) Open Source yang Gratis (Free)



Pada saat kita membeli sebuah komputer pribadi (PC = Personal Computer), kita selalu memerlukan perangkat lunak sistem operasi (operating system software) untuk dapat mengoperasikan komputer tersebut. Sebuah komputer pribadi, bisa dijual tanpa bersama sistem operasi didalamnya, ataupun sudah terpasang sistem operasi.

Jika kita memilih komputer tanpa sistem operasi di dalamnya, kita harus memasang (install) sendiri sitsem operasi tersebut. Misalnya kita dapat menggunakan sistem operasi Linux yang Opensource ataupun sistem operasi Microsoft Windows yang berlisensi. Selain sistem operasi, komputer pribadi juga perlu dipasang aplikasi perangkat lunak (software) yang sesuai dengan kebutuhan atau keinginan pembeli komputer.

Perangkat lunak Opensource adalah perangkat lunak yang terbuka, artinya bebas dipakai dan dikembangkan bersama-sama oleh masyarakat penggunanya. Umumnya aplikasi Opensource dapat dipergunakan tanpa harus membayar (gratis) dengan persyaratan atau batasan tertentu. Sedangkan pada aplikasi berlisensi (lisenced), umumnya pengguna harus membayar dalam jumlah tertentu untuk dapat mempergunakannya.

Saat ini banyak komputer pribadi dijual dengan sistem operasi sudah langsung terpasang didalamnya dari produsen. Misalnya terdapat komputer notebook seri MacBook atau komputer desktop seri iMac yang sudah terpasang sistem operasi Macintosh Operating Sistem (Mac OS). Ada juga komputer pribadi desktop dan notebook dari produsen-produsen seperti : Acer, Lenovo atau Dell dengan sistem operasi Microsoft Windows yang sudah terpasang didalamnya. Kebanyakan pembeli lebih menyukai komputer dengan sistem operasi yang sudah terpasang karena menghindari kerepotan dalam memasang sistem operasi.

Untuk praktisnya kita dapat membeli komputer dengan sistem operasi berlisensi yang sudah terpasang didalamnya, karena tidak rumit dan lebih hemat jika membelinya sudah satu paket dengan komputernya. Untuk perangkat lunak aplikasinya kita dapat membeli perangkat lunak berlisensi jika mempunyai cukup uang atau dana untuk membelinya. Tetapi apabila kita ingin berhemat, kita dapat mencari perangkat lunak opersource yang tidak perlu bayar dan dapat berjalan pada sistem operasi berbayar.

Misalnya perangkat lunak aplikasi perkantoran, yang berisi program pengolah kata (word processor), spreadheet dan presentation. Contoh perangkat lonak berlisensinya adalah Microsoft Office dengan program-program : Microsoft Word (word processor) , Microsoft Excel (spreadsheet) dan Microsoft Powerpoint (presentation). Tetapi selain yang berbayar terdapat beberapa perangkat lunak aplikasi perkantoran yang opensource yang dapat diunduh (download) dari internet, misalnya :

Apache OpenOffice yang dapat didownload pada alamat :

WPS Office yang dapat didownload pada alamat :

Libre Office yang dapat di download pada alamat :

Sedangkan untuk perangkat lunak untuk dapat berselancar di internet tidak harus menggunakan Microsoft Internet Explorer, tetapi dapat juga menggunakan browser Mozilla Firefox yang dapat didownload pada alamat:

Atau Chrome Browser dari Google yang dapat di download pada alamat :

Apabila memerlukan program pengolah foto untuk keperluan hobby fotografi, tidak hanya ada perangkat lunak Photoshop yang berlisensi saja, melainkan ada pengolah foto GIMP yang dapat didownload pada alamat :

Untuk perangkat lunak desktop publisher untuk keperluan membuat halaman pemberitaan, tidak hanya ada Microsoft Publisher yang berlisensi. Ada juga perangkat lunak Scribus yang dapat di download pada alamat :

Untuk perangkat lunak desain grafis, selain Corel Draw yang merupakan aplikasi populer dan berlisensi dapat juga menggunakan Inkscape yang opensource. Aplikasi ini dapat didownload pada alamat :

Selain itu masih terdapat banyak lagi aplikasi opensource lainnya yang dapat didownload dari internet. Banyak diantara perangkat lunak tersebut tidak kalah bagus dengan yang berlisensi. Jadi selamat berburu dan mencoba perangkat lunak opensource !


Monday, July 20, 2009

Camcorder (Camera Recorder)

Saat ini terdapat 4 jenis kamera video atau Camera Recorder (Camcorder) atau populer disebut Handycam, digolongkan dari jenis media penyimpanannya, yaitu : harddisk drive (HDD), memory card (kartu memori), DVD dan Mini DV tape. Masing-masing jenis mempunyai kelebihan tersendiri.

Camcorder dengan media harddisk drive mempunyai kapasitas penyimpanan yang terbesar, yaitu sampai 80 gigabytes atau setara 20 jam untuk high quality (HQ) video. Sedangkan untuk video kualitas rendah bisa menyimpan sampai 61 jam! Pemindahan data dari HDD ke komputer dapat dilakukan dengan mudah.

Sedangkan camcorder dengan media memory card mempunyai kapasitas penyimpanan maksimum sesuai dengan kapasitas memory card yang terpasang. Kapasitas maksimum memory card saat ini adalah 16 gigabytes atau setara 3,5 jam video kualitas tinggi, atau setara dengan 11 jam video kualitas rendah.

Kelebihan memory card adalah bentuknya yang kecil dan tipis, serta dapat diganti-ganti sesuai dengan jumlah kartu yang dimiliki. Pemakai juga dapat memilih kapsitas memori card sesuai dengan kebutuhan dan anggaran, yaitu 4 GB, 8 GB atau 16 GB. Pemindahan data dari kartu memory ke komputer juga dapat dilakukan dengan mudah.

Camcorder dengan media memori DVD menggunakan keping DVD ukuran 8 cm. Video langsung direkam pada keping DVD dengan kapasitas 1,4 gigabytes untuk single sided dan kapasitas 2,6 gigabytes untuk yang double sided. Data dari DVD dapat langsung dipindahkan ke komputer dengan mudah.

Pada DVD single sided waktu perekaman maksimum adalah 20 menit untuk video kualitas tinggi dan 60 menit untuk video kualitas rendah. Pada DVD double sided waktu perekaman dapat mencapai 40 menit untuk video kulaitas tinggi dan 120 menit untuk video kualitas rendah. Karena kapasitasnya terhitung paling rendah, maka camcorder jenis ini memerlukan banyak persediaan DVD 8 cm agar pemakainya dapat merekam cukup lama. Sedangkan DVD yang digunakan dapat berjenis DVD+R DL, DVD+RW, DVD-RW atau DVD-R.

Camcorder dengan media penyimpanan MiniDV Tape adalah jenis yang paling lama dijual dipasaran. Kapasitas perekaman video sesuai dengan kapasitas miniDV tape yang dibeli, yaitu 60 menit, 90 menit atau 120 menit. Pemindahan data dari tape ke komputer memerlukan cara video streaming dari handycam ke komputer. Pemilik camcorder jenis ini juga harus menyediakan cukup banyak tape sesuai keperluan.

Harga DVD 8 cm dan MiniDV Tape adalah yang paling murah perbuahnya. Sedangkan memory card tentu saja yang paling mahal. Jika menggunakan harddisk, tidak ada biaya tambahan untuk media penyimpanan. Sedangkan harga camcordernya tergantung dari kemampuan atau featurenya. Umumnya camcorder jenis MiniDV atau DVD lebih murah, sedangkan jenis memory card agak lebih mahal. Sedangankan yang pailing mahal adalah jenis HDD.

Tuesday, February 10, 2009

Dimana-mana blackberry. Dimana-mana blackberry. Itulah yang saya alami saat pergi rapat-rapat, baik rapat di instansi pemerintah maupun rapat di perusahaan swasta. Bahkan ketika pergi jalan-jalan di Mall pada waktu libur pun orang terlihat sibuk menggunakan blackberry-nya, demikian juga saat datang ke undangan pesta perkawinan.

Blackberry adalah sebuah merek dagang perangkat telekomunikasi berupa smartphone atau PDA-phone yang diterintegrasi dengan sistem operasi (OS) Blackberry. Perangkat ini merupakan produksi perusahaan Research In Motion Limited (RIM) dari Canada.

Sebenarnya Blackberry telah mulai diperkenalkan sejak tahun 1999, tapi saat ini baru menjadi demam di Indonesia. Sejak tahun 2002 mulai beredar Blackberry dalam bentuk smartphone yang mempunyai kemampuan mobile telephone, text messaging, push e-mail, internet faxing dan web browsing. Selain sebagai smartphone Blackberry juga mempunyai kemampuan aplikasi seperti misalnya address, calendar, to-do list dan lain-lainnya sebagaimana layaknya PDA yang lain.

Bentuk khas Blackberry adalah sebuah smartphone lebar dengan layar lebar dan keyboard qwerty yang terintegrasi menjadi satu batang perangkat genggam. Rata-rata perangkat Blackberry mempunyai bentuk tersebut, kecuali misalnya Blackberry Pearl yang mempunyai bentuk seperti handphone batangan pada umumnya.

Selain Blackberry Pearl yang memakai processor PXA 8100, memori 64 MB, kamera 1,3 MP dan koneksi data GPRS, beberapa jenis Blackberry lainnya adalah :

Blackberry Curve ; Intel 312 MHz, 64MB Memory, MicroSD Slot, Bluetooth 2.0, GPS, 2mpx Camera dengan harga di Indonesia sekitar Rp. 4,5 juta s.d. Rp. 6 juta.

Blackberry Javelin ; 512 MHz Processor, 256 MB flash memory, microSD slot, 3.2MP camera, Quadband, Wi-Fi b/g with UMA+GPS, Bluetooth dengan harga di Indonesia sekitar Rp. 7 juta s.d. Rp. 8 juta.

Blackberry Bold ; PXA310 624MHz, 1GB Memory, mSD Slot, Bluetooth, 2.0mpx Camera, WiFi, GPRS/GSM/HSDPA, GPS, Color TFT dengan harga di Indonesia sekitar Rp. 8 juta s.d. Rp. 9 juta.

Sedangkan perangkat dengan spesifikasi tertinggi adalah Blackberry Storm ; Transmissive TFT LCD 480 x 360 pixel, SurePress™ touch screen, 1GB Memory, microSD™ Slot, Bluetooth® v2.0, 3.2 MP Camera, GPRS/GSM/HSDPA, GPS, Media Player

Perangkat ini di Indonesia umunya dijual secara paket dengan layanan operator seluler semisal Indosat dan Telkomsel. Spesifikasi dan feture yang lebih mendetail dapat dilihat pada website Blackberry, yaitu : http://www.blackberry.com (gambar blackberry curve http://phonearea.net)