Friday, December 22, 2006

Gadget Oh Gadget

Gadget menjadi trend dalam budaya masyarakat kota besar di Indonesia saat ini. Gadget yang dimasud adalah segala macam peralatan elektronika untuk keperluan telekomunikasi, komputer dan sebagainya. Peangkat itu bersifat mobile dan dapat dibawa-bawa kemana saja dalam genggaman tangan (Handheld).

Gadget yang populer adalah : Handphone, Kamera Digital, PDA dan multi media player. Lalu munculah gadget multi fungsi seperti Handphone-Camera, PDA Phone, Handphone Music Player, bahkan PDA-Phone yang sekaligus mempunyai kamera dan dapat berfungsi sebagai multi media player.

Handphone memang cukup banyak diperlukan di negara ini. Keterbatasan jaringan telepon umum membuat orang mengandalkan handphone. Tetapi apakah kita perlu kamera setiap saat? Apakah kita perlu mendengarkan musik atau menonton video setiap saat dan dimana saja?

Sebagian orang mungkin tergila-gila pada musik, nonton video atau sangat berminat memotret moment apa saja yang dianggapnya berkesan. Tetapi ada sebagian lagi yang sekedar ingin mengikuti perkembangan teknologi. Masih ada orang yang mencari gadget tercanggih dengan motivasi tidak mau kalah dengan temannya, atau bangga mempunyai barang dengan harga tertinggi.

Gejala sekedar mengikuti teknologi dan tidak mau kalah di lingkungannya, terlihat dari cara orang tersebut memanfaatkan gadget-nya. Hanya sebagian kecil kemampuan gadget canggih itu dapat dimanfaatkan pemakainya. Kemampuan lainnya menjadi sia-sia. Tidak ada motivasi untuk memaksimalkan penggunaan gadget tersebut, karena sebenarnya kebutuhannya akan teknologi tersebut belum setinggi itu.

Iklan yang ditayangkan oleh para produsen juga sangat memikat. Gadget mahal diasosiasikan pantas dan harus dimiliki oleh orang berstatus tinggi, misalnya : eksekutif, usahawan besar dan sebagainya. Lalu yang terjadi adalah : orang membeli gadget mahal dan canggih agar tidak disebut kuno, tidak disebut tidak berkelas, alias demi gengsi.

Kalau memang kelebihan uang, tentu tidak menjadi soal. Paling-paling hanya kelihatan aneh dan norak saja, punya gadget canggih tapi hanya untuk telepon dan sms. Tetapi kalau dana terbatas dan memaksakan diri untuk membelinya, dapat juga disebut pemborosan yang konyol.

Sistem Informasi dan Teknologi Informasi

Istilah “Teknologi Informasi” saat ini lebih dikenal di masyarakat dibandingkan istilah “Sistem Informasi”. Teknologi Informasi sering diartikan sebagai hal-hal yang berhubungan dengan komputer. Sedangkan Sistem Informasi, kurang populer dan sering dianggap sama dengan teknologi informasi, yaitu berarti juga hal-hal yang berhubungan dengan komputer.

Hal ini tidak sepenuhnya salah. Pada era modern ini, baik sistem informasi maupun teknologi informasi selalu berbasis komputer. Sukar untuk dibayangkan adalanya suatu sistem informasi tanpa berbasis komputer pada masa sekarang ini.

Padahal sistem informasi adalah sistem yang diterapkan untuk mengolah atau memproses informasi. Sedangkan teknologi informasi adalah teknologi yang dipergunakan pada sistem informasi untuk mengolah informasi. Teknologi informasi merupakan salah satu elemen pada sistem informasi. Komputer adalah salah satu teknologi yang digunakan untuk mengolah sistem informasi.

Seorang yang mempunyai keahlian di bidang sistem informasi, sering disalah artikan sebagai ahli komputer. Akibatnya banyak pertanyaan dari lingkungan kerja atau kerabatnya tentang seputar komputer.
Mulai dari masalah hardware, software, networking atau programming sampai ke masalah kerusakan komputer.

Sulit juga menjelaskan bahwa seorang ahli sistem informasi, tidak mempunyai pengetahuan mendalam tentang hal-hal tersebut. Karena itu, apa boleh buat, di lingkungan kerjanya terkadang seorang ahli sistem informasi terpaksa mendalami hal-hal yang berhubungan dengan komputer. Kecuali kalau sudah benar-benar jauh dari bidang keilmuannya, barulah “sang pasien” disarankan untuk menghubungi spesialis yang dibutuhkan.

Friday, November 3, 2006

Desktop PC vs Notebook PC

Desktop PC mempunyai pengertian PC dengan bentuk dan ukuran yang hanya dapat diletakkan di atas meja. Artinya dari segi berat dan ukuran hampir tidak mungkin dibawa kemana-mana alias bersifat mobile. Notebok PC mempunyai pengertian ukuran dan berat seperti sebuah notebook. Karena itu Notebook PC bersifat mobile, yaitu dapat dibawa kemana-mana.

Pada beberapa tahun yang lalu, calon pembeli dapat dengan mudah menentukan jenis PC yang akan dibeli. Penentunya jelas, yaitu perbedaan harga yang mencolok antara Notebook PC dan Desktop PC. Harga Notebook PC jauh lebih tinggi dari Destop PC, kemungkinan sampai 3 kalinya. Hanya mereka yang jelas-jelas membutuhkan PC dengan mobilitas tinggi dan berdaya beli tinggi, dapat membeli Notebook.

Sekarang ini kondisinya banyak berbeda. Banyak merek dan jenis Notebook ditawarkan. Harganya menjadi sangat bervariasi. Hal itu karena kini tersedia banyak notebook buatan Taiwan atau RRC dengan harga yang bersaing. Sebuah notebook kelas 'low end' dari merek baru produk Taiwan, harganya kira-kira sama dengan PC Desktop rakitan dengan spesifikasi menengah.

Sebuah Notebook PC kelas low end, umumnya mempunyai prosesor jenis Intel Celeron atau AMD Sempron. Mempunyai kapasitas memory atau RAM sebesar 256 MB dan harddisk sebesar 40 GB. Kartu grafis atau VGA card umumnya berjenis shared video memory. Sedangkan untuk drive optik biasanya disediakan jenis DVD/CD-RW combo, bukan DVD-RW.

Notebook jenis ini sudah sangat memadai untuk pekerjaan kantoran atau mengerjakan tugas dari sekolah. Kapasitas multi medianya juga mampu untuk memainkan file-file audio dan video, seperti : MP3, VCD dan DVD. Beberapa game yang sederhana dan tidak terlalu membutuhkan memory besar juga dapat dimainkan.

Tetapi jika pembeli membutuhkan PC untuk bermain game 3 dimensi yang cukup rumit, diperlukan PC dengan kelas yang lebih tinggi. Khususnya dari segi kemampuan prosesor utama serta kemampuan kartu grafis yang tinggi. Untuk itu diperlukan Notebook PC dengan harga yang paling tidak mencapai 3 kali lipat harga notebook kelas low end. Pembeli jenis pemain game yang serius dengan dana terbatas, umumnya akan memilih Desktop PC.

Karena itu, sebelum memilih komputer, harus diperhatikan dahulu tujuan atau keperluannya. Lebih baik teliti sebelum membeli. Salah pilih akan menyesal kemudian. Hal ini penting diperhatikan, karena dengan teknologi saat ini, kemungkinan untukmeng up-grade PC cukup sulit. Satu komponen PC dengan spesifikasi tinggi, biasanya membutuhkan komponen lain dengan spesifikasi yang setara. Jadi, jika salah beli, kemungkinan besar harus beli lagi yang baru.