Wednesday, July 4, 2007

Menggunakan Mandriva Linux

Mandriva Linux versi free download ini saya peroleh dari buku-buku yang tersedia di toko buku. Setiap buku dilengkapi dengan beberapa CD-ROM program linux. Bagi saya lebih baik membeli buku-buku ini daripada men-download sendiri melalui internet. Maklumlah kuota internet saya masih terbatas dan saya termasuk jarang sabar menunggu.

Pertama saya installkan ke ECS desknote. Desknote ini termasuk kuno, dengan spesifikasi amat minim, yaitu processor VIA 733 Mhz, SDRAM PC133 256 MB dan harddisk hanya 10 GB. Berhasil dengan baik, walaupun terasa lama saat melakukan booting dan memanggil aplikasi. Tapi semuanya berjalan dengan baik. Monitor tanpa masalah, sound card tidak ada masalah dan network card juga OK. Tapi memang, rasanya lambat sekali.

Kedua saya installkan di dektop PC rumah dengan spesifikasi processor Pentium IV 2,8c, memory DDR PC-3200 384 MB, Hardisk 80 GB, VGA Card nVidia Ge Force MX4000, monitor Samsung 793DF dan soundcard Yamaha fmpci. Hasilnya bagus sekali. Semua berjalan dengan baik.

Selanjutnya saya installkan di desktop di kantor. Spesifikasinya Perntium IV 2,8a, momory DDR PC 2700 512 MB, Harddisk 40 GB, VGA integrated shared, monitor LCD sony 15” dan soundcard on board. Hasilnya juga bagus. Relatif tidak ada kesulitan pada proses instalasi. Demikian juga dengan setup pada jaringan komputer di kantor.

File data lama saya yang tersimpan pada partisi harddisk dengan format FAT32 dapat dibaca dengan mudah oleh Mandriva Linux. Setup mounting harddisk (mount points) dapat dilakukan dengan mudah melalui Mandrakelinux Control Center.

Wednesday, June 13, 2007

Mari Membaca Buku dengan PDA Phone

PDA phone banyak diminati oleh masyarakat golongan menengah ke atas, baik yang berbasis sistem operasi Windows Mobile maupun dengan sistem operasi lainnya seperti symbian dan linux. Walaupun ukurannya lebih besar dari handhone biasa, tapi dengan membawanya di pinggang seakan dapat menjadi sebuah simbol status sosial. Maklumlah, karena harganya jauh lebih mahal dari handphone dan mempunyai banyak fungsi dan feature seperti time manager, sehingga bisa mengesankan penggunanya adalah orang yang berduit, pintar, eksekutif dan sibuk.

Untuk dapat menggunakan PDA phone secara optimal, pemakai perlu mempelajari manual pengggunaannya, mencobanya dan menekuninya. Kalau tidak serius, biasanya pemakai hanya bisa menggunakannya untuk bertelepon, sms, mencatat dan menjadikannya sebagai kamera saja. Ujung-ujungnya, membawa PDA phone di pinggang dapat hanya sekedar memperoleh gengsi.

Padahal salah satu fungsi penting dari PDA adalah alat untuk membaca buku-buku (e-book). E-book adalah file komputer yang mewujudkan sebuah buku secara elektronis. File-file tersebut dapat dibuka dengan sebuah program aplikasi yang sesuai, sehingga pada layar PDA akan tampak sebuah buku yang bisa dibaca kapan saja dan dimana saja.

Ada banyak jenis format file e-book sesuai dengan program aplikasinya. Misalnya file berkode pdf yang dibaca dengan menggunakan program pdf reader semacam adobe reader, file berkode lit yang dapat dibaca dengan program Microsoft Reader, atau format dokumen portabel secara pdb dan prc.

Dua hal yang perlu dilakukan agar PDA phone dapat berfungsi sebagai buku elektronik adalah dengan menginstalkan program pembaca file e-book ke dalam PDA phone. Setelah itu kita harus mencari file e-book dan menyimpanya dalam memory PDA phone. Setelah itu kita dapat mulai menikmati bacaan tersebut.

Hal penting yang harus diperhatikan jika menggunakan PDA phone untuk membaca adalah ketersediaan tenaga baterai. Perhatikan pemakaian baterai PDA Phone agar tidak kehabisan daya pada saat kita perlu menelepon atau menunggu telepon seseorang. Tentu saja akan lebih baik jika selian menggunakan pDA phone kita juga mempunyai sebuah handphone biasa, sehingga tidak ada masalah jika kehabisan baterai karena membaca.

Tuesday, June 12, 2007

I Love Linux

Menggunakan Linux, susah-susah gampang. Bagi pemula akan terasa susah pada waktu melakukan instalasi. Setelah berhasil menginstall linux, selanjutnya terasa mudah dan enak digunakan. Memang sulit membiasakan diri itu sulit, tetapi dengan memaksakan diri menggunakan linux untuk keperluan pekerjaan sehari-hari maka semua akan berjalan lancar.

Linux saya gunakan untuk berbagai keperluan. Mengetik, berhitung, presentasi membuat program sederhana, mendengarkan musik, menonton video, bermain game, membaca e-book, internet, e mail dan sebagainya. Semuanya berjalan lancar sampai saat ini. Sudah dua tahun saya memakai Linux dan sampai saat ini belum pernah sekalipun program atau dokumen saya terkena virus. Hebat bukan?!

Memang sulit menginstal linux. Ada 3 kesulitan utama yang saya alami, yaitu : tidak semua komponen atau hardware dapat dikenali oleh linux, setup harddisk data agar dapat dibaca oleh linux dan sistem file permission. Setiap kali mengalami kesulitan, saya hentikan dulu prosesnya, beberapa hari kemudian saya teruskan kembali jika mendapatkan ide untuk pemecahan masalahnya. Untuk bisa lancar menggunakan linux desktop total waktu yang saya perlukan sekitar 8 bulan.

Distro linux yang pertama saya gunakan adalah Red Hat 9.0 kemudian Red Hat 9.2. Tetapi saya kurang puas dengan fungsi multimedianya. Selain itu saya juga tidak berhasil untuk membaca file data yang tersimpan pada harddisk berformat FAT dan FAT32. Saya lalu beralih menggunakan Mandrake 9.0 yang ternyata cukup mudah instalasinya dan enak dipergunakan. Kemudian saya menggunakan Mandrake 9.2. Sejak itulah saya merasa jatuh cinta pada Linux.

Selanjutnya saya menggunakan Madrake 10.2 , Mandriva 2005 dan kini Mandriva 2006. Selain itu saya juga secara bersamaan mencoba menggunakan Xandros dan Suse Linux. Semuanya berjalan baik-baik saja, walaupun beberapa kali ada kesulitan. Saya rasa distro linux yang paling sesuai dengan kebutuhan saya adalah Mandriva.

Selain mencoba berbagai distro linux dan versinya untuk mendapatkan yang paling cocok dengan komponen PC saya, saya juga terpaksa mengganti modem ADSL agar bisa dioperasikan pada linux. Modem ADSL saya yang semula Speed Stream dengan koneksi USB tidak saya pergunakan lagi karena tidak dapat beradaptasi dengan linux. Saya lalu menggunakan modem D-Link dengan koneksi ethernet port.

Untuk printer, saya baru dapat menggunakan printer lama saya epson CSX-40. Printer baru saya berjenis Canon MP 150 belum dapat dipergunakan. Mandriva belum menyediakan driver untuk printer multi fungsi ini. Mudah-mudahan pada Mandriva 2007 nanti sudah mampu mengoperasikan printer baru saya.

Memang diperlukan banyak usaha dan pengorbanan untuk bisa mengoperasikan linux. Tetapi saya sangat puas dengan kestabilan dan kehandalannya. Kini saya menggunakan linux desktop, baik untuk PC dan notebook di rumah maupun PC di kantor setiap hari. Pokoknya I Love Linux.