Tuesday, June 12, 2007

I Love Linux

Menggunakan Linux, susah-susah gampang. Bagi pemula akan terasa susah pada waktu melakukan instalasi. Setelah berhasil menginstall linux, selanjutnya terasa mudah dan enak digunakan. Memang sulit membiasakan diri itu sulit, tetapi dengan memaksakan diri menggunakan linux untuk keperluan pekerjaan sehari-hari maka semua akan berjalan lancar.

Linux saya gunakan untuk berbagai keperluan. Mengetik, berhitung, presentasi membuat program sederhana, mendengarkan musik, menonton video, bermain game, membaca e-book, internet, e mail dan sebagainya. Semuanya berjalan lancar sampai saat ini. Sudah dua tahun saya memakai Linux dan sampai saat ini belum pernah sekalipun program atau dokumen saya terkena virus. Hebat bukan?!

Memang sulit menginstal linux. Ada 3 kesulitan utama yang saya alami, yaitu : tidak semua komponen atau hardware dapat dikenali oleh linux, setup harddisk data agar dapat dibaca oleh linux dan sistem file permission. Setiap kali mengalami kesulitan, saya hentikan dulu prosesnya, beberapa hari kemudian saya teruskan kembali jika mendapatkan ide untuk pemecahan masalahnya. Untuk bisa lancar menggunakan linux desktop total waktu yang saya perlukan sekitar 8 bulan.

Distro linux yang pertama saya gunakan adalah Red Hat 9.0 kemudian Red Hat 9.2. Tetapi saya kurang puas dengan fungsi multimedianya. Selain itu saya juga tidak berhasil untuk membaca file data yang tersimpan pada harddisk berformat FAT dan FAT32. Saya lalu beralih menggunakan Mandrake 9.0 yang ternyata cukup mudah instalasinya dan enak dipergunakan. Kemudian saya menggunakan Mandrake 9.2. Sejak itulah saya merasa jatuh cinta pada Linux.

Selanjutnya saya menggunakan Madrake 10.2 , Mandriva 2005 dan kini Mandriva 2006. Selain itu saya juga secara bersamaan mencoba menggunakan Xandros dan Suse Linux. Semuanya berjalan baik-baik saja, walaupun beberapa kali ada kesulitan. Saya rasa distro linux yang paling sesuai dengan kebutuhan saya adalah Mandriva.

Selain mencoba berbagai distro linux dan versinya untuk mendapatkan yang paling cocok dengan komponen PC saya, saya juga terpaksa mengganti modem ADSL agar bisa dioperasikan pada linux. Modem ADSL saya yang semula Speed Stream dengan koneksi USB tidak saya pergunakan lagi karena tidak dapat beradaptasi dengan linux. Saya lalu menggunakan modem D-Link dengan koneksi ethernet port.

Untuk printer, saya baru dapat menggunakan printer lama saya epson CSX-40. Printer baru saya berjenis Canon MP 150 belum dapat dipergunakan. Mandriva belum menyediakan driver untuk printer multi fungsi ini. Mudah-mudahan pada Mandriva 2007 nanti sudah mampu mengoperasikan printer baru saya.

Memang diperlukan banyak usaha dan pengorbanan untuk bisa mengoperasikan linux. Tetapi saya sangat puas dengan kestabilan dan kehandalannya. Kini saya menggunakan linux desktop, baik untuk PC dan notebook di rumah maupun PC di kantor setiap hari. Pokoknya I Love Linux.

Budaya Flashdisk

Empat tahun yang lalu masih banyak pemakai komputer belum mengetahui adanya media penyimpan data berjenis flasdisk. Saat itu floppy-diskette 1,44 MB masih umum dipergunakan. Saya masih ingat ketika membeli Flashdisk merk twinmos berkapasitas 32 MB dan mempamerkannya kepada teman-teman di kantor. Hampir semua teman terpesona dengan benda yang saya katakan mempunyai kapasitas setara dengan 20 buah floppy diskette. Saat itu tidak semua komputer di kantor saya mempunyai koneksi USB.
Saat ini flashdisk telah umum dipergunakan di kantor saya. Hampir semua karyawan di berbagai golongan jabatan mempunyai flashdisk. Kapasitasnya bermacam-macam, yang paling rendah 512 MB dan rata-rata menggunakan yang 1 GB. Beberapa teman bahkan mempunyai flashdisk berkapasitas 2 GB dan 8 GB.
Sebagian teman yang beruntung mempunyai flashdisk yang dibelikan oleh kantor, alias barang inventaris kantor. Sebagian besar lainnya membeli flashdisk dengan uang pribadi, walaupun penggunaannya untuk keperluan kantor.
Membawa-bawa flashdisk menjadi budaya yang trend di kantor. Bertukar data menjadi kebiasaan, baik data-data urusan pekerjaan maupun urusan pribadi atau hobby. Memang praktis dan bergaya, tetapi kebiasaan ini sering menjadi awal malapetaka. Kemalangan terjadi karena semakin banyaknya jenis virus komputer yang ditujukan untuk merusak hampir seluruh data yang ada di dalam flashdisk.
Bukan hanya merusak isi data pada flashdisk, virus-virus ini sekaligus menyerang data yang tersimpan dalam harddisk komputer. Virus ini juga sekaligus dapat merusak sistem operasi komputer. Kalau sudah begitu, dari tingkatan direktur sampai juru ketik semuanya sibuk mencari progam antivirus atau mencari orang yang mampu membersihkan virus sekaligus meyelamatkan datanya.
Walaupun saya menggunakan sistem operasi komputer yang tidak punya banyak virus (linux OSS), tetapi saay juga tetap berhati-hati dalam menggunakan flash disk. Saya selalu mempunyai lebih dari satu flashdisk. Satu buah selalu saya pergunakan untuk keperluan 'copy-mencopy' data dari komputer teman. Flashdisk lainnya saya pergunakan hanya pada komputer pribadi saya di rumah dan tidak pernah dipergunakan untuk urusan kantor. Sampai saat ini (sudah dua tahun) masih aman-aman saja.

Thursday, March 22, 2007

Efisiensi Spesifikasi PC pada Perusahaan

PC atau personal Computer pada mulanya tidak mempunyai banyak alternatif spesifikasi. Pada masa-masa penggunaan processor 8088 sampai dengan 486, variasi spesifikasi tidaklah terlalu banyak. Apalagi untuk PC built up, calon pemakai dengan mudah bisa menentukan spesifikasi sesuai kebutuhan.

Saat ini baik PC rakitan, PC built up maupun PC notebook mempunyai banyak sekali variasi spesifikasi. Hal ini karena banyaknya produser komponen dan masing-masing memberikan berbagai alternatif komponennya. Satu produsen PC saja, misalkan ACER atau HP, mempunyai banyak tipe PC dengan spesifikasi yang berbeda. Belum lagi jika membandingkannya dnegan beberapa merek lain. Mau pilih yang mana dapat menjadi pertanyaan yang membingungkan dan sukar dijawab.

Penggunaan PC disebuah kantor atau perusahaan, tentu perlu standarisasi. Standarisasi diperlukan agar variasi spesifikasi PC tidak terlalu luas . Hal ini dimaksudkan untuk kemudahan penggunaan dan pemeliharaan. Akan lebih mudah, cepat dan efisien bagi manajemen pengoperasian dan pemeliharaannya jika tidak banyak jenis yang harus dipelihara.

Semakin tinggi spesifikasi sebuah PC tentu akan semakin mahal harganya. Semakin tinggi spesifikasi sebuah PC tentu akan semakin bertenaga untuk menjalankan program aplikasi, khususnya aplikasi yang kompleks. Karena itu pemlilihan spesifikasi sebuah PC sangat ditentukan oleh fungsi yang direncanakan dan aplikasi yang akan digunakan.

Sebuah PC yang semata digunakan untuk menjalankan office application ringan, seperti surat menyurat dan beberapa lembar electronic worksheet, tentunya tidak memerlukan spesifikasi seperti untuk menjalankan program grafis yang kompleks. PC dengan aplikasi ringan cukup menggunakan processor-processor sejenis Intel Celeron, AMD Sempron atau Intel Pentium 4. PC dengan aplikasi berat tentu lebih ideal menggunakan processor sekelas Intel Core2 Duo atau AMD Athlon 64.

Tetapi budaya di negeri kita masih ditentukan oleh status ekonomi dan sosial. Makin tinggi daya beli tentunya akan membeli PC dengan spesifikasi yang lebih tinggi. Makin tinggi jabatan seseorang, maka perusahaan akan memberikan fasilitas PC dengan spesifikasi yang lebih tinggi.

Jika kita mengkaji dengan konsep management, seorang top manager akan lebih berfungsi strategis daripada teknis/operasional, sedangkan seorang bottom manager berfungsi sebaliknya. Tentunya sang bottom manager yang adalah orang yang lebih memerlukan CP dengan spesifikasi tinggi. Tetapi jika berdasarkan status jabatan, akibatnya seorang di bidang teknis/operasional yang memerlukan spesifikasi PC tinggi hanya mendapatkan PC spesifikasi rendah. Ironisnya sang top manager mempunyai PC spesifikasi tinggi tanpa dapat memanfaatkannya.

Karena itu sebaiknya standarisasi PC pada sebuah perusahaan harus berdasar kebutuhan pemakainya dan aplikasi yang akan digunakan. Mensosialisasikan fungsi sebuah PC dan meminta kerelaan para top manager untuk lebih efisien adalah kunci efisiensi penggunaan PC di perusahaan.